(bukan) Kaleng Kue

01 Jun 2016

Ini namanya karya “bakating ku euweuh gawe” alias kurang kerjaan. Dengan alasan biar kalau ada tamu tidak merasa di PHP-in, berharap kue khong guan kenyataan hanya kerupuk saja. Kalau sudah begini kan jelas, isinya hanya kerupuk yang di goreng sendiri pula :D.
kaleng

Pulang ngantor, masih di depan pintu, sudah teriak “oleh-oleh buat Bubuu!” kalau denger gitu meskipun di dapur rasanya gimana gituu…cekikikan terus mesem-mesem gak jelas dan buru-buru nyamperin dengan sambutan kata “manaa?”
“Tadaaaa….”

SONY DSC

Glek!nelen ludah…dan di pikiran terbayang “come fly with me kachina” ala-ala film inside out.

Iya…itu oleh-olehnya setumpuk kain bekas boneka logo perusahaan yang dibuang sia-sia dan sudah berkolaborasi dengan debu seudug-udug. Saya yang alergi debu langsung saja bersin-bersin.

“Mau dibikin apa ini,cyin?”
“Bantal kali ya?eh,ini ada dacronnya juga, kayanya bekas isi bonekanya”.

Dalam hati, niat bener nih si cinta.

Ya…karena gak tahan dengan debunya langsung eksekusi,rendam dan cuci dan hasilnya  air cucian berubah jadi warna hitam, saking berdebunya.

Bantal yang di bikin juga gak ribet-ribet, bentuk kotak dan oval saja yang penting si cinta bisa duduk nyaman di bawah sambil kencan sama laptopnya :p.

Ini hasil jadinya. Step by step nya gak sempet di foto soalnya kejar-kejaran waktu sama anak (biasalah…anak prioritas utama :P)

SONY DSC

Bahan isian bantal menggunakan dacron, sisa potongan kainnya, dan busa bekas sofa. Semuanya barang buangan …😢

Applique

03 Okt 2015

Saya kurang tahu apa bahasa Indonesia yang pas untuk kata crochet applique. Yang jelas applique ini di pakai sebagai hiasan pada baju, tas, celana dan lainnya (yang lainya ini apa ya..pintu, monitor bisa gitu…bisa aja kalau memang (kurang) kerjaan…*plak*).Lanjuuut…

Ini sih judulnya iseng-iseng berhadiah…lucu-lucuan bikin applique..eh,tau nya ada juga yang minat…meskipun cuma dua pack  7(tujuh) pack saja *ngusek-ngusek tanah*.

Pemakaian applique pernah dipakai di topi anak saya (yang bentuk bintang laut) dan di tasnya (belum di publish). Untuk yang berminat membuat sendiri applique, bisa googling di internet dengan keyword “crochet applique”, karena saya sendiri lupa dengan page nya (maaf).

a. Applique es krim

b. Applique binatang laut

c. Applique matahari

d. Applique mobil

Organizer

20 Sep 2015

Yah, karena bingung untuk menentukan judulnya, jadi seperti itu saja *apa sih?*.
Seperti biasa, lihat perintilan-perintilan kecil berserakan suka bikin greget pengen beresin (ke tong sampah #eh). Ada dus bekas coklat, dus bekas madu…potong,gunting, lem, tempelin kain bekas…jadilah seperti ini.

Minimal benang jahit tidak berseliweran kesana kemari. Bros, jarum pentul, peniti  tidak berkolaborasi dengan asesoris lain yang bisa menyebabkan kepeningan dikala injury time :P.

organizer

Charger Station

12 Sep 2015

Aih judulnya keren banget ya… *toyor kepala sendiri* kalau di Indonesiakan sih stasiun charger (berasa aneh…kamus…mana kamus…mana panduan EYD).

Setelah sekian lama tidak menengok blog ini karena desktop di rumah tiba-tiba RIP yang untungnya blog ini selalu dijagain  sama wordpress dari berbagai macam sampah gak perlu meskipun suka ada sedikit iklan yang nongol (maklumlah gratisan T_T) jadi gak perlu sapu-sapu apalagi ngepel *curcol*.

Jadi, mumpung suami lagi ninggalin senjatanya…sikat dulu buat update blog.
Saya termasuk orang yang rewel lihat kabel charger berserakan apalagi udah kaya benang kusut, rasanya pengen jambak rambut.

Pernah lihat dimana gitu (pinterest atau apa ya…lupa…) ada yang bikin charger station dari dus bekas sepatu, jadi terinspirasi deh. Kebetulan ada dus sepatunya langsung deh ke TKP. Kebetulan juga ada yang ngasih kado, bungkusnya bagus, jadi di pakai buat nutupin dusnya (ini judulnya kok serba kebetulan dan serba bekas T_T)…lanjuut..

Inilah tampilannya 😀

cable station

Paling males kalau barang-barang berantakan di sana-sini ditambah tempat penyimpanan penuh semua alias tidak ada lagi ruang kosong. Di depan mata ada dus bekas helm yang robek sisinya, rasanya ingin membuangnya karena tidak sedap di pandang.
Kebetulan lagi main-main di pinterest nemu ide yang patut di coba, membungkus dus dengan kain menjadi kotak penyimpanan yang unik.

Langkah pertama, dus yang robek tersebut saya rekat dengan selotip. Untuk pembungkusnya, saya pakai bekas lemari lipat (untung suami rajin banget nyimpan barang-barang  yang sekiranya bisa di pakai , mode hemat : on).

Langkah kedua, membuat pola dengan mengkur luas area dus yang akan di tutup kemuadian menggunting (saya membuat pola seperti membuat kubus).

Langkah ketiga, mengelem kain ke permukaan dus (saya pakai lem UHU)

Akhirnya, kotak penyimpanan selesai dan tampilannya menjadi lebih enak dilihat (daripada bentuknya dus polos) hehehe. Saya pakai untuk menyimpan benang rajut.

Oh, ya untuk tali pegangan di sisi dus itu saya jahit. Jadi kuat saat diangkut/ dipindah-pindah (saya lupa tidak memotret dus yang berisi benang)

kotak_dus_bekas2

NB : karena kainnya kebetulan warnanya coklat, hampir mirip dengan dus…jadinya tidak terlalu berasa deh habis dipermak.

Bukti Pengiriman

27 Jun 2014

Sebetulnya agak malas untuk posting bukti pengiriman ini. Tapi, katanya perlu sebagai bukti kejujuran (halaagh….berat bahasanya).

Dari tahun kemarin ambil foto, sewaktu kameranya masih baik-baik saja…tapi tidak pernah diposting karena faktor ‘M’ (malas). Nah, sekarang setelah kameranya RIP malah posting. Jadi, maaf kalau hasilnya tidak tajam dan jernih.

bukti_kirim

%d blogger menyukai ini: